Kerajinan

Produk Kerajinan Dari Tanduk Kerbau di  Desa Keprabon,  Tembus Pasar Luar Negeri

By

on

PariwisataKlaten.com – Dengan kreativitas tanduk Kerbau ternyata bisa dijadikan sebuah produk kerajinan bernilai tinggi. Bagaimana ceritanya produk tanduk kerbau ini bisa tembus ke pasar luar negeri?

Jika Anda berasal dari Solo, Kecamatan Polanharjo bisa ditempuh kurang lebih sekitar 45 menit. Tepatnya di Dukuh Kuwel RT.05 / RW.03, Desa Keprabon, dan sekitar 5 menit jika anda dari Delanggu ke arah barat.

Kecamatan Polanharjo memang terkenal dengan sumber mata airnya yang melimpah, yang sekarang dimanfaatkan sebagai produk air minum kemasan yang sudah terkenal. Selain itu, penduduknya juga punya kreativitas yang tinggi dengan mengubah tanduk menjadi berbagai produk kerajinan. Hasil produknya beragam, mulai dari tongkat, gelang, sisir, piring, garpu, sendok makan sampai miniatur Candi Borobudur.

Hasil olahan tanduk ini tersimpan rapi di rumah Guntur Rahmadi, salah satu pengrajin muda didesa Keprabon itu yang fokus menggarap kerajinan berbahan dasar tanduk. Guntur tidak sendirian, setidaknya ada 20-an pengrajin tanduk lainnya dengan produk yang beragam. Ada yang fokus di beberapa bentuk, namun jika dikumpulkan, hasil olahan menjadi ratusan desain kerajinan yang hanya berasal dari satu bahan dasar yaitu tanduk. Tak hanya produknya yang menarik tapi juga memiliki kualitas yang tinggi.

Guntur menuturkan bahwa tidak ada bahan kimia sedikit pun yang ia gunakan dalam memproses kerajinan tanduk itu. Benar-benar alami, sesuai warna asli tanduknya. Kalau yang putih, biasanya berasal dari kerbau berjenis albino atau warga sekitar menyebutnya kerbau bule. Tanduk kerbau ini dipilih karena punya karakteristik yang terbilang mudah diproses, walapun harus melalui berbagai tahapan. Karena pertimbangan kualitas pula, tanduk kerbau dipilih menjadi bahan utama.

Di Desa Keprabon ada juga pengerajin lainnya, salah satunya yaitu Kiryono, salah satu pengerajin tanduk yang banyak mengerjakan tangkai wayang kulit. Yang luar biasa, peralatan di rumah produksi ini tergolong sederhana. Bahkan, banyak di antaranya dibuat sendiri oleh para pengerajin.

Hasil tangkai wayang kulit yang diproduksi Kiryono sangat indah sekali. Tak heran jika harganya bervariasi. Yang paling kecil, untuk wayang ukuran kecil, tangkai wayang ini dibanderol Rp 50 ribu. Untuk yang terbesar bisa mencapai Rp 1 juta. Dalam sebulan, rumah produksi Kiryono ini bisa membuat sedikitnya 100 tangkai wayang dari tanduk kerbau berbagai ukuran.

Tak hanya menyasar pasar lokal kini produk kerajinan tanduk kerbau ini tembus pasar luar negeri. Guntur menambahkan, pasar yang masih paling menjanjikan yaitu Bali. Guntur sering mengirim produknya ke Pulau Dewata, karena dari situlah produknya bisa dikenal diluar negeri.

About Mas Tri

Kecintaan saya terhadap tanah kelahiran membuat saya ingin mengulik semua potensi yang ada di kota bersinar ini.

Recommended for you

1 Comment

  1. Inside_of_me

    03/05/2016 at 12:38 PM

    Pengrajin kerajinan tanduk sekarang ga sampai 20 kali…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *